crossorigin="anonymous"> 3 Latihan Bangun Mental Juang Anak
Anak

3 Latihan Bangun Mental Juang Anak

Seperti kemampuan otot dan otak mental juang juga harus dilatih. Ayah Bunda yang penting sekali memahami bahwa mental juang anak harus betul-betul dapat perhatian dan latihan yang memadai. Nah kali ini kita akan ulas tiga bentuk latihan bangun mental juang anak.

Sekalipun dalam proses memberikan latihan tentu tidak boleh sama persis seperti masa kecil Ayah Bunda dengan masa kecil anak-anak hari ini.

Namun demikian ada medan atau lapangan yang bisa kita berikan kepada mereka untuk melatih mental juang.

Latihan Satu

Pertama, biarkan anak latihan jalan kaki ke tempat mengaji. Jika sekolah lumayan jauh dan memang membutuhkan kendaraan bermotor untuk mengantarkannya maka saat anak pergi mengaji dan tidak terlalu jauh dari rumah biarkan mereka berangkat dengan jalan kaki.

Tentu latihan ini harus memperhatikan usia sang anak itu sendiri. Latihan ini hanya bisa diturunkan untuk mereka yang sudah di atas 10 tahun.

Jangan begitu anak akan merasakan capek, haus, tetapi dengan itulah ia akan terbangun mentalnya.

Latihan Dua

Kedua, ajak anak untuk bisa berpikir secara logis. Mental bukan sebatas urusan fisik yang kuat tetapi juga kecerdasan logika.

Sempatkan waktu untuk berdialog dengan anak untuk membangun kemampuan mereka berlogika dengan benar sesuai dengan tuntunan Alquran.

Ajak anak untuk berpikir logis, latih untuk mengembangkan pandangan realistis mereka, sampai kemudian mereka memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan dari situlah kemudian mentalitas yang secara fisik telah dibangun dapat semakin kuat dengan dukungan kecerdasan logika.

Latihan Tiga

Ketiga, berikan kesempatan anak untuk menghadapi masalah.

Masalah anak-anak adalah masalah yang harus mereka pecahkan. Orang tua penting membantu tetapi harus memperhatikan caranya. Jangan sampai anak justru menganggap bahwa orangtuanya lah yang bisa diandalkan dalam menghadapi masalah yang dihadapinya.

Misalnya anak mengadu bahwa di dalam belajar ia mendapatkan perlakuan buruk dari temannya. Maka orang tua cukup memberikan saran dan nasehat agar sang anak mampu menghadapinya dengan sikap yang terbaik. Bukan kemudian datang ke guru, melabrak orang tua anak yang lain dan melaporkan ke kantor polisi.

Ingat hakikat pendidikan adalah bagaimana anak kita mampu survive di masa yang akan datang dengan kekuatan mentalitas dan kecerdasan mereka tentu saja atas dasar iman dan taqwa kepada Allah subhanahu wa Ta’ala.*

Mas Imam Nawawi

Related Articles

Back to top button