More
    BerandaRelationshipRomantis di Atas Iman Keren Banget

    Romantis di Atas Iman Keren Banget

    Kalau ada mudah melihat pasangan romantis pasti sedang saling bertatap muka. Berpegangan tangan atau keduanya menghadap lensa kamera dengan tersenyum lebar. Tetapi apakah romantis sebatas itu? Tentu tidak kalau kalian mengerti tentang romantis di atas iman yang super keren.

    Oleh karena itu kaum muda mesti melek. Dalam pengertian bukalah kitab-kitab hadis. Sekarang sudah banyak yang terjemahan.

    Jangan habiskan umur dan waktu hanya di depan layar nonton film. Romantis sebentar saja, problematis begitu panjang. Alih-alih setelah itu semangat mau menikah, biasanya malah ragu bahkan overthinking.

    Overthingking bagaimana kalau menikah ternyata pasangannya tidak setia.

    Padahal kalau melihat Nabi menikah dan membangun keluarga, semua ragu dan khawatir alias overthingking itu tidak akan pernah ada.

    Romantis dengan Doa

    “Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun di waktu malam lalu shalat dan ia pun membangunkan istrinya lalu sang istri juga shalat. Bila istri tidak mau bangun, ia percikkan air ke wajahnya. Semoga Allah juga merahmati seorang perempuan yang bangun di waktu malam lalu ia shalat dan ia pun membangunkan suaminya. Bila suami enggan untuk bangun, ia pun memercikkan air ke wajahnya.” (HR. An Nasa’i. Hadits senada juga diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi).

    Bayangkan kalian suami atau istri, kemudian bangun tengah malam dan ajak pasangan shalat Tahajjud. Wah seperti apa itu romantisnya?

    Lebih-lebih kalau ternyata keduanya bangun dan shalat Tahajjud. Subhanallah, dari cinta menjadi taat, dari taat menjadi sakinah, mawaddah, wa rahmah.

    Nabi Manusia Paling Romantis

    Romantis dalam Islam bukan karena dorongan cinta belaka, tapi kekuatan iman. Rasulullah SAW adalah manusia paling romantis karena imannya kepada Allah Ta’ala.

    Nabi SAW selalu mencium istri, berkata lembut, dan sangat menghargai istri-istrinya. Bahkan Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa orang yang terbaik adalah orang yang mampu berbuat baik bagi keluarganya.

    Artinya, romantis bukan soal love belaka. Tetapi juga tanggungjawab, adab dan tentu saja bagaimana menghargai pasangan dengan sebaik mungkin. Bagaimana, indah bukan romantis di atas iman?*

    Mas Imam Nawawi

    Must Read

    spot_img