crossorigin="anonymous"> Menumbuhkan Sikap Respect Anak
Anak

Menumbuhkan Sikap Respect Anak

Menumbuhkan sikap respect anak merupakan satu poin dari enam bagian perihal pendidikan karakter yang diuraikan oleh Haedar Nashir dalam buku “Pendidikan Karakter Berbasis Budaya dan Agama.”

Menurutnya, respect artinya penghormatan. Implementasinya melalui upaya sungguh-sungguh mengikuti aturan dan menghargai orang lain.

Praktik lain bisa dilihat dari kemampuan anak menahan diri. Kala memasuki antrean, maka sikapnya adalah sportif.

Kalau memang datang terakhir, maka jangan sampai anak menerobos ke depan. Sikap itu akan merugikan diri dan orang lain.

Kemudian mampu bersikap tenang saat mendengarkan temannya yang sedang mendapat kesempatan maju, berbicara di depan kelas.

Hal itu memang butuh pembiasaan. Oleh karena itu kontrol orang tua dan guru serta lingkungan sekolah sejatinya disitulah yang paling utama.

Selamat dari Bullying

Problem pendiikan anak di sekolah secara pergaulan ialah masih marak praktik mengolok, menghina.

Sekarang malah muncul istilah bullying, yaitu penindasan atau kekerasan secara sengaja oleh satu orang atau kelompok yang lebih kuat untuk menyakiti orang lain dan dilakukan terus menerus.

Ken Rigby seorang konsultan ahli sekolah memaknai bullying sebagai hasrat untuk menyakiti.

Seorang anak yang tidak memiliki sikap respect cenderung akan menyakiti orang lain entah dengan lisan atau perbuatan.

Oleh karena itu oragtua, guru bahkan lingkungan sekolah harus berupaya agar anak memiliki sikap respect yang tinggi dan menjauhi perilaku mem-bully.

Larangan Islam

Islam memberikan panduan tegas perihal akhlak yang jauh lebih luas cakupannya dari sekedar respect.

Islam melarang satu sama lain saling mengolok dan merendahkan. Bahkan nilai baik manusia Allah ukur pada akhlaknya.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Hujuraat : 11).

Pada intinya nilai iman, kebaikan dan keyakinan memang harus dimanivestasikan. Dalam skala kecil, menanamkan sikap respect pada anak adalah bagian mendasar yang harus jadi konsentrasi orangtua dan guru dalam mendidik generasi penerus kita.*

Mas Imam Nawawi

Related Articles

Back to top button