More
    BerandaRelationshipKalau Bisa Merawat Inilah Keajaiban Mawaddah

    Kalau Bisa Merawat Inilah Keajaiban Mawaddah

    Biasa kalau ada pernikahan, orang ramai-ramai membaca doa. “Semoga sakinah, mawaddah, wa rahmah.” Lalu apa sebenarnya arti dari “mawaddah” itu. Kemudian apa yang harus kita lakukan untuk merawatnya sehingga keajaiban mawaddah tetap terpelihara?

    Alquran memberikan penjelasan mengenai hal itu. Sebagaimana ayat ke 21 Surah Ar-Rum.

    “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang…”

    Rasa kasih dan sayang alias cinta Allah tumbuhkan pada pasangan suami dan istri.

    Itulah kebersamaan yang luas dan tanpa sekat. Dari sinilah mawaddah hadir.

    Yaitu cinta yang susah untuk dilupakan. Dari cinta (mawaddah) dan ketenangan lahir batin (sakinah) akan lahir rahmah (kasih sayang) di antara mereka.

    Tanggung Jawab Merawat

    Meski demikian, keajaiban mawaddah atau cinta yang telah Allah SWT tiupkan dalam hati pasangan suami/istri menjadi tanggung jawab mereka berdua untuk menjaga dan merawatnya.

    Jika cinta diibaratkan tanaman, maka menjaga tanaman itu dari hama perusak menjadi sebuah keniscayaan.

    Pun, merawatnya untuk tetap indah dan menghasilkan bunga ataupun buah.

    Jadi, pasangan suami istri harus selalu ingat bahwa mereka menikah adalah dalam rangka mendapatkan pertolongan Allah dan merasakan keajaiban mawaddah.

    Saling Menghargai

    Agar mawaddah kuat dalam keluarga tiap pasangan, maka sikap saling menghargai adalah cara terbaik dalam merawatnya.

    Karena hanya dengan itu, setiap pasangan mampu menghadapi ujian demi ujian dalam bahtera rumah tangga.

    Suka cita pengantin baru dirasakan berbeda-beda oleh setiap pasangan suami/istri.

    Mungkin ada yang bisa mengambil cuti lama dalam bekerja dan menghabiskannya bersama istri, mungkin ada pula yang tidak sempat menikmati kebersamaan berdua karena aktifitas lain yang menuntut untuk ditunaikan.

    Bagaimanapun cara dan waktu yang dihabiskan untuk merayakan cinta, masa untuk beradaptasi telah dimulai.

    Perbedaan latar belakang keluarga, pendidikan, karakter, dan lingkungan akan menjadi bahan pelajaran di masa awal pernikahan.

    Dari sini seringkali riak-riak kecil berhasil membuat diam seisi rumah, atau bahkan pertengkaran.

    Tetapi kalau diri sadar bahwa mawaddah harus selalu mendapat perhatian dan perawatan, insha Allah itu semua tidak akan merusak apalagi menghancurkan mahligai rumah tangga. Insha Allah.*

    Sarah Zakiyah (Ibu Rumah Tangga).

    Must Read

    spot_img