crossorigin="anonymous"> Inilah 3 Penjelasan Penting Makanan Halal Bagi Keluarga
KeseharianLifestyleRumah

Inilah 3 Penjelasan Penting Makanan Halal Bagi Keluarga

Makanan selain enak juga harus baik dan halal. Oleh karena itu, keluarga Muslim mesti memahami benar bagaimana dan seperti apa makanan. Berikut adalah 3 penjelasan penting makanan halal bagi keluarga.

Menurut ajaran Islam, makanan halal sangat penting. Selain sebagai bukti keimanan, makanan halal sangat baik bagi pikiran, badan dan tentu saja kondisi batin seseorang bahkan keluarga.

Sebaliknya, mengkonsumsi makanan yang tidak halal akan berdampak sangat berat bagi badan, pikiran dan tentu saja keimanan.

Pertama, penjelasan Nabi SAW.

Terkait masalah ini Rasulullah SAW memberikan penjelasan tegas.

“Setiap tubuh yang tumbuh dari (makanan) yang haram, maka api neraka lebih utama baginya (lebih layak membakarnya).” (HR. At-Thabrani).

Jadi, harus berupaya untuk mendapatkan makanan yang halal. Halal dalam segi makanannya itu sendiri. Halal dari cara mendapatkan rezekinya. Dan, halal dalam pengolahannya.

Kedua, ibrah dari Kehidupan Hewan

Makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia bukan sekedar menghilangkan lapar dan mendatangkan kenyang, tetapi juga memengaruhi perilaku.

Dalam tinjauan zoologi, pengaruh makanan terhadap watak dan perilaku, secara sederhana dapat dilihat pada hewan.

Jenis hewan karnivora yang memangsa hewan lain, memiliki perilaku buas, agresif, suka menyerang dan membahayakan.

Seperti singa, harimau, dll. Sedangkan hewan herbivora yang memakan tumbuh-tumbuhan relatif lebih jinak, dan tidak membahayakan. Seperti sapi, kambing, dll. Demikian tulis LPPOM MUI.

Ketiga, halal itu baik, bersih dan suci.

Makanan yang halal adalah makanan yang terjamin baik, karena bersih dan suci. Ulama berpendapat bahwa Allah mengharamkan daging babi karena najis.

Lihatlah babi, hewan itu makan makanan kotor, berbahaya bagi manusia. Kalau orang makan daging babi, maka ia akan kehilangan iffah (kehormatan) dan cemburuh (ghirah) dan mudah terkalahkan oleh hawa nafsu.*

Mas Imam Nawawi

Back to top button