crossorigin="anonymous"> Hai Bunda, Waspada Promosi Obat Kesehatan Menyesatkan Di Internet
IbuKesehatanMakananWanita

Hai Bunda, Waspada Promosi Obat Kesehatan Menyesatkan di Internet

TERKADANG karena obsesi tertentu seperti mau berwajah glowing atau ingin terlihat bertubuh ramping, tak sedikit orang kemudian membeli produk konsumsi kesehatan yang tak jelas kualitasnya. Bahkan bisa jadi mengandung bahan berbahaya yang tak memenuhi syarat keamanan dan kehalalan.

Sukar dielakkan, berpikir pendek merupakan masalah besar yang diidap oleh umumnya masyarakat yang belum cukup familiar menggunakan internet. Hal ini juga akhirnya berimbas pada cara berbelanja yang tak teliti dan selektif.

Oleh sebab itu, tetaplah waspada dengan iklan di internet seperti promo suplemen kesehatan, kecantikan dan sejenisnya. Jangan sampai, ada promosi menarik sedikit saja yang melintas di beranda media sosialnya langsung ditelan mentah mentah dan dimasukkan ke keranjang belanja.

Padahal, tak selalu promosi menarik di internet khususnya di platform e-commerce sudah pasti baik dan halal. Nyatanya, seperti data pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tak sedikit promosi itu memuat unsur tipu tipu alias bohong belaka.

Dalam siaran persnya belum lama ini, BPOM menyebutkan berdasarkan data pengawasan Badan POM tahun 2021, iklan obat tradisional dan suplemen kesehatan secara online yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) jauh lebih tinggi dibandingkan dengan iklan konvensional, yakni sebesar 61,12% (online) berbanding 21,76% (konvensional).

Kemudian, masih data BPOM, sebanyak 80,21% pelanggaran iklan obat tradisional dan suplemen kesehatan di media online dilakukan oleh penjual nonprodusen/distributor (nonofficial seller).

Dari keseluruhan pelanggaran iklan online yang dilakukan nonofficial seller tersebut, sekitar 61% terjadi di platform marketplace dan sebagian besarnya merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK).

“Pelanggaran yang umum ditemui berupa mengiklankan dan mengedarkan produk obat tradisional dan suplemen kesehatan tanpa izin edar dan atau dengan klaim yang menyesatkan”, ungkap Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito yang dinukil Keluargapedia.com dari laman resmi BPOM.

Menurut Penny, pelanggaran tersebut umumnya disebabkan karena pelaku usaha belum memahami regulasi yang berkaitan dengan peredaran dan iklan obat tradisional dan suplemen kesehatan.

Sekedar informasi, BPOM telah meluncurkan program Zona Ramah Promosi Online (ZRPO) bagi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan. Program ini berkolaborasi dengan 8 marketplace, antara lain Tokopedia, Shopee, Elevenia, Bukalapak, Blibli, Lazada, JDID, dan Jakmall, serta didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Asosiasi e-Commerce Indonesia (IdEA).

ZRPO bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pelaku usaha dalam memenuhi ketentuan di bidang promosi obat tradisional dan suplemen kesehatan, serta melindungi masyarakat dari promosi obat tradisional dan suplemen kesehatan yang menyesatkan.

Nah, bagi para ayah bunda dan juga remaja, tetap waspada dengan bersikap bijak terhadap berbagai penawaran atau broadcast produk kesehatan dan kecantikan yang menggiurkan di internet terutama melalui grup Whatsapp dan sejenisnya.

Mengutamakan kualitas, kebaikan, dan kehalalan produk lebih utama ketimbang harus menerima dampak buruk yang boleh jadi akan dirasakan di kemudian hari. Penyesalan memang selalu di akhir, dan, itu jelas menyakitkan.

Adapun salah satu kiat berbelanja produk kesehatan relatif aman yang bisa diterapkan adalah berbelanja dengan lingkar kekerabatan atau kesejawatan melalui rekomendasi mereka. Sebab, tak mungkin orang terdekat kita mau mencelakai kita.

Namun, tetap harus dicatat, ketelitian dan selektifitas tetap yang utama. Omongan orang terhadap produk tertentu bisa saja sangat positif karena sebatas itu data yang ia terima. Boleh jadi orang lain memiliki testimoni atau pengalaman yang berbeda. Disinilah pentingnya kebijaksanaan.

Related Articles

Back to top button