Dua Langkah Sederhana Menjaga Kerharmonisan Keluarga

Keluargapedia.com – Menikah adalah sarana membangun keluarga yang harmonis. Hari bahagia pada saat ijab qabul mengapa tidak kita pertahankan dengan langkah-langkah konkret menjadi keluarga harmonis.

Menggapai keluarga harmonis kini terasa semakin menantang, karena memang tidak banyak orang mampu bahagia apalagi harmnois dengan keluarganya.

keluarga bahagia
Ilustrasi sumber: Pixabay

Data terbaru menyebutkan bahwa di tiga bulan pertama 2021, jumlah keluarga artis yang harus kandas ada sebanyak 8 pasang.

Belum angka gugatan cerai dari para istri selama pandemi, angkanya lebih melonjak dari masa sebelum pandemi.

Hal ini semakin membuka mata kita bahwa menjadi keluarga harmonis tak semudah menghafal teori bagaimana membina cinta kasih dengan pasangan.

Hari bahagia pada saat pernikahan bagi sebagian orang tinggal kenangan.

Sebenarnya, tidak sukar untuk menjaga pernikahan agar senantiasa bergembira. Dengan mengetahui dua kiat sederhana berikut, semoga kita dapat selalu menjaga harmoni dan terus merawat kebahagiaan hakiki bahkan hingga akhirat nanti.

1. Tanggungjawab

Mewujudkan keluarga harmonis harus ada rasa tanggungjawab.

Tanggungjawab di sini adalah komitmen menjalankan tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya, tanpa harus saling menuntut antara suami dan istri.

Jika masing-masing sadar akan tanggungjawab, maka interaksi suami dan istri akan lebih baik, penuh hormat dan rasa cinta yang mendalam.

Oleh karena itu, penting kita ingat nasihat dari sosok Syaikh Ali Jaber. Bahwa seorang istri jangan mudah memarahi suami apalagi mencaci-makinya. Selain buruk itu adalah dosa.

Kemudian suami harus berupaya semaksimal mungkin menjadikan waktu luang dengan menerapkan keteladanan dalam segala kebaikan.

Jangan malas-malasan kalau di rumah. Jangan asyik sendiri. Lalu bisanya hanya menyalahkan dan menuntut istri. Ini perlu ditekankan, sebab hari ini tidak sedikit suami berprilaku layaknya anak-anak. Bahkan untuk lepas dari gadget dalam sekejap saja seolah harus melepas nyawa dari badan.

Baca Juga :   Inilah 3 Tradisi Keluarga Finlandia yang Jarang Diketahui

2. Musyawarah

Langkah yang tak kalah penting selain hadirnya rasa tanggungjawab adalah senantiasa mengedepankan musyawarah dalam setiap upaya mengambil keputusan.

Misalnya istri memiliki uang dari hasil usahanya, jangan mentang-mentang miliknya sendiri lalu merasa tidak perlu ada pendapat suami.

Demikian pula suami, jangan mentang-mentang yang bekerja lalu seenaknya beli ini beli itu tanpa meminta pendapat dan melibatkan istri di dalam mengambil keputusan.

Manusia itu sama, senang dan bahagia kalau eksistensinya dihargai. Dengan adanya saling keterbukaan, saling menghargai dan kerelaan untuk mendengar, maka segala problema bisa diselesaikan dengan baik.

Oleh karena itu, bermusyawarahlah dengan pasangan. Pastikan jangan ada satu langkah apapun yang dapat menciderai upaya membangun keluarga yang harmonis.

Berwajah ceria, bertutur kata manis dan saling menghargai merupakan perilaku yang dapat dihadirkan manakala suami dan istri benar-benar komitmen ingin menjadi keluarga yang harmonis.*

Imam Nawawi, Pemerhati Keluarga

Recommended For You

About the Author: Ain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine − 8 =