crossorigin="anonymous"> Bagaimana Rasanya Kehilangan Anak Pertama Dan Laki Laki
AnakKeseharianOrangtuaRumah

Bagaimana Rasanya Kehilangan Anak Pertama dan Laki laki

BEBERAPA hari ini pemberitaan media masih tentang hilangnya Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) ketika berenang di Sungai Aaree, Swiss, Kamis pagi, 26 Mei 2022 waktu setempat. Nama Eril menjadi trending topic di berbagai platform media sosial.

Tentu sang orangtua Eril, Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Kang Emil), dan, istrinya, Atalia Praratya, menjadi orang yang paling bersedih atas musibah ini. Dibalik ketegaran di depan bidikan kamera pers, sesungguhnya di dalam sana ada rasa sedih yang sukar dibahasakan.

Alangkah hancurnya hati orangtuanya. Siapa pun orangtua pasti bersedih ketika mengetahui orang terkasihnya telah tiada. Yang dialami Kang Emil lebih menyayat lagi sebab sampai lebih hari ke-10 ini, nasib Eril belum diketahui.

Kendati beberapa waktu lalu, tepatnya hari Jum’at, 5 Juni 2022, pihak keluarga sudah merelakan kepergian Eril dalam satu kesempatan konferensi pers resmi keluarga di Bandung. Hari Jum’at itu ditetapkan keluarga sebagai hari meninggalnya Eril, jika ditakdirkan demikian.

Meskipun begitu, keluarga tidak berhenti berharap dan berdoa. Mereka masih berharap ada keajaiban. Berharap si tampan shaleh yang baik hati ini selamat.

Kesedihan tidak saja dirasakan oleh pihak keluarga, bahkan se-Indonesia dibikin mewek atas musibah ini. Semua orang berharap Eril ditemukan dalam kondisi tak kurang satu apapun.

Saya sendiri, saban waktu selalu mengetik keyword di Google “Eril ditemukan” untuk mengetahui perkembangan prosesi pencarian dan berharap hasil yang muncul Eril telah ditemukan.

Rupanya, tak sedikit juga orang yang tak berempati memanfaakan situasi ini untuk membuat content hoaks di YouTube. Beragam channel kemarin sore bermunculan dengan judul clickbait dan thumbnail yang menipu. Viewers-nya ratusan ribu.

Btw, sebagai ayah dari 4 orang anak, saya bisa merasakan suasana kebatinan Kang Emil dan istri. Ia kehilangan anak pertamanya. Laki laki pula. Rasanya, umumnya pasangan muda selalu mendambakan anak pertama mereka adalah laki-laki.

Sehingga, amat beralasan, jika hilangnya Eril bikin Kang Emil sekeluarga sangat bersedih. Tak bisa dipungkiri. Sekuat apapun ia menahan gejolak kesedihan itu, pada saatnya ia akan terakumulasi menjadi ledakan tangis yang tak terperikan.

Kita pun amat berduka atas peristiwa ini. Bayangkan saja ini menimpa kita, entah seberapa kuat kita mampu bertahan dan tegar. Sebuah kenyataan yang bak disambar petir di siang bolong.

Pada titik inilah rasanya kita perlu kembali berkaca, melihat lebih dekat kemanusiaan kita. Kedirian kita. Eksistensi kita. Kelemahan kita. Ketidakberdayaan kita. Rapuhnya kita.

Sinyalir Allah SWT tentang anak dalam Al Qur’an surah Al Anfal ayat 28 ini rasanya penting kita resapi lagi. Dengan pembacaan yang kontemplatif:

وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْم

Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar (QS Al-Anfal: 28)

Dalam tafsir Al Qur’an berkenaan dengan ayat ini, secara seragam menggaris bawahi bahwa anak selain anugerah nikmat dari Allah SWT, ia juga merupakan ujian dari-Nya.

Bukan saja ujian yang bersinggungan dengan kepribadiannya kelak, relijiusitas, atau kapasitas kediriannya sebagai mahluk Allah SWT, melainkan juga bagaimana proporsionalitas orangtua dalam menempatkannya.

Anak kita adalah milik Allah SWT. Dialah yang menciptakannya, meniupkan ruh, dan menghidupkan. Sehingga, sewaktu-waktu Dia bisa mengambilnya kembali.

Bahkan, kita kita sendiri pun akan kembali kepada sang Pemilik Kehidupan tanpa diketahui kapan dan di mana.

Oleh karenanya, apapun kemudian takdir yang telah digariskan oleh Allah SWT kepada anak kita, kita harus menerimanya. Pengetahuan kita tentang anak kita sangat terbatas, sebab kita memang bukan pemiliknya. Yang bisa kita lakukan hanyalah berikhtiar sepenuh hati menjaga, merawat, membesarkan, dan mendidiknya dengan benar.

Hanya Allah SWT saja yang Maha Tahu atas segala sesuatu, termasuk kehendak-Nya memanggil kembali titipan-Nya. Semoga dengan ketegaran, kesabaran, dan sikap ridha atas takdir-Nya, Allah SWT berikan keberlimpahan berkah.

Kita terus berharap ada keajaiban dalam proses pencarian Eril. Setidak-tidaknya memastikan kondisinya setelah masa pencarian yang dilakukan sudah lebih dari 10 hari ini. Mari terus doakan.

YACONG B. HALIKE

Related Articles

Back to top button